Dan untuk kesekian kalinya, aku menatap foto kamu, foto kita, pesan singkatmu, kenangan-kenangan kita yang masih terekam jelas di memoriku. Saat ini mungkin hanya air mata yang dapat mengerti bagaimana rasanya pahit dan sakit yang aku rasakan.
Bahkan kalau aku bisa meminta pada Tuhan, aku ingin perkenalanku setelah dia pulang dari Tanjung Pinang, bukan sebelum dia pergi kesana. Aku hanya tak ingin kehilangannya.
Lagi-lagi bisa ku ingat, bagaimana bodohnya dan kikuknya aku saat dia berulang tahun, iya yang ke-23 tahun. Saat itu masih bersamaku. Aku tak ingin itu terjadi jika membuatnya semakin menjauh, aku tak ingin ada banyak hal yang terjadi sebelum dia pulang.
Aku tak ingin mengingat apa yang ku lakukan untuknya, memang tak ada. Yang ku ingat hanya pengorbanannya, perhatiannya dan kesalahanku. Aku tau ini semua tak harus terjadi jika aku tak egois. Tak ada yang bisa mengembalikannya tapi cintaku pun tak ada yang bisa mengubahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar